Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Karier Timnas Trezeguet "Sengaja" Dimatikan
Jumat, 28 Maret 2008 | 03:04 WIB
|
Share:
GETTY IMAGES
David Trezeguet saat diganti Sidney Govou. Peluangnya masik timnas Perancis di Euro 2008 dinilai kecil.

PARIS, KAMIS - Tampaknya memang ada upaya mematikan karier David Trezeguet di tim nasional Perancis. Setidaknya, itulah analisis media massa di Perancis, menyusul pertandingan Perancis lawan Inggris, Rabu (26/3).

Trezeguet yang terus membuktikan dirinya sebagai striker tajam bersama Juventus, ternyata tak terlalu dihormati di timnas Les Blues. Bahkan, dia dipanggil pelatih Raymond Domenech sebagai pengganti Karim Benzani yang tiba-tiba cedera.

Pada pertandingan lawan Inggris yang dimenangkan Perancis 1-0 itu, Trezeguet juga terkesan kurang dihormati rekan-rekannya. Rekan-rekannya kurang memberi dukungan kepadanya. Selama pertandingan, dia hanya mendapat 5 umpan. Akibatnya, permainannya jadi terkesan buruk.

Ini akan berpengaruh pada pertimbangan Domenech. Bisa jadi, dia tak akan masuk dalam daftar 23 pemain yang akan dibawa ke Euro 2008. Maka, media massa menilai para pemain Perancis memang kurang menghendaki dirinya.

"Nasib Trezeguet di timnas Perancis dalam ancaman, karena tim seolah mengesampingkannya," demikian tulis harian olahraga berpengaruh di Perancis, L’Equipe.

"Kami tak bisa menulis bahwa tim telah melupakan dirinya. Tapi, melihat pertandingan lawan Inggris, rasanya tim memang telah melupakannya," tambah harian itu.

Florent Malouda dan Franck Ribery jarang memberikan bola kepada Trezeguet. Pemain sayap Chelsea dan gelandang Bayern Muenchen itu lebih banyak memerikan bola kepada striker Chelsea, Nicolas Anelka.

Trezeguet yang terkenal jago sundul, nyaris tak pernah mendapat umpan silang dari pemain sayap. Termasuk wing back Willy Sagnol jarang mengirim umpan silang kepadanya. Trezeguet pun terkesan hanya terdiam di depan. Kehebatannya mencetak gol, seolah dinafikan rekan-rekannya.

Padahal, bagaimanapun, Trezeguet adalah salah satu striker terbaik Perancis. Bersama Juventus, dia sudah mencetak 112 gol dari 179 penampilan di Serie-A. Itu belum dihitung golnyadi Serie-B dan di beberapa turnamen lainnya. Di timnyas, dari 71 kali penampilannya, dia sudah menyumbang 34 gol.

Trezeguet sendiri agak diplomatis ketika menanggapi hal itu. Dia mengatakan, "Kami bahagia bisa memenangkan pertandingan lawan Inggris."

"Hanya saja, ketika menyerang, rasanya agak aneh. Sebab, kami gagal membawa bola ke depan dengan cepat. Terkadang, kami juga gagal melakukan umpan terakhir. Untungnya, kami memenangkan pertandingan," tambahnya.

Padahal, sebenarnya Trezeguet amsih disukai publik Perancis. Faktanya, ketika pada menit ke-64 dia diganti Sidney Govou, suporter memberi aplaus kepadanya. Sebaliknya, ketika Djibril Cisse masuk menggantikan Nicolas Anelka, suporter mencibirnya dan mengejek Cisse.

"Aku bahagia ketika mendapat aplaus dari fans saat diganti. Itu sangat menyentuh hati. Aku dan suporter Perancis punya hubungan yang lama. Mereka tahu, aku selalu memberikan segalanya ketika mengenakan kostum timnas. Itu akan banyak membantuku," kata Trezeguet.

Ketika ditanya wartawan tentang aplaus itu, pelatih raymond Domenech menjawab dengan sinis. "Saya tak mendengar aplaus itu," katanya.

Jawabannya itu diartikan publik sebagai sikap yang masih kurang suka kepada Trezeguet. Domenech akhir-akhir ini memang memperlihatkan minat yang minim kepada Trezeguet. Dia memanggil Trezeguet untuk pertama kalinya sejak September 2007. Itu pun karena Karim benzema cedera. Jika dia sudah sembuh, kemungkinan Domenech kembali pada pilihan semula. Artinya, kesempatan Trezeguet di timnas Perancis benar-benar sangat kecil. (AP)