


JAKARTA, SENIN - Zlatan Ibrahimovic sangat kecewa dengan keputusan Roberto Mancini yang menarik keluarnya ketika Inter Milan menjamu Palermo di kompetisi Serie-A, Minggu (16/3) malam. Sebelum laga yang dimenangkan Inter dengan skor 2-1 itu selesai, ibra diganti oleh Hernan Crespo pada menit ke-79.
Karena kesal, Ibra terlihat keluar lapangan dengan langkah gontai. Sampai di tepi lapangan, dia tak mau menyambut uluran tangan Mancini yang berniat menyalaminya, bahkan Ibra tak menatap wajah pelatihnya tersebut.
Kekecewaan striker asal Swedia itu tak berhenti di situ. Berdasarkan hasil tangkapan kamera yang kemudian dianalisa oleh media Italia, Ibra juga menggerutu dan mengeluarkan kalimat: "Saya harap dia benar-benar pergi."
Benarkah demikian? Yang pasti, pekan lalu Mancini memang sudah mengumumkan akan meninggalkan Inter pada akhir musim nanti. Namun kurang dari 24 jam, mantan pelatih Lazio tersebut menarik kembali ucapan yang dilontarkan usai Inter kalah 0-1 dari Liverpool di leg kedua babak 16 besar Liga Champions.
Menanggapi apa yang dilakukan salah satu pemain bintangnya itu, Mancini tampak bijaksana. "Saya juga bekas pemain bola, jadi saya memahaminya. Saya pernah mengalami yang lebih buruk! Jadi, hal itu tak dimengerti," ungkap Mancini, Senin (17/3).
Sementara itu, Ibra menyangkal hasil analisa tersebut. Lewat situs resmi klub, mantan striker Juventus itu menerangkan bahwa dia memang kecewa dengan keputusan pelatih, tapi tak pernah mengeluarkan kata-kata seperti yang disebutkan.
"Ketika meninggalkan lapangan, saya memang memperlihatkan ekspresi kekecewaan karena diganti. Tapi, saya tidak pernah melontarkan kata-kata yang menghina pelatih," jelas Ibra.
Dengan demikian, ini untuk kedua kalinya dalam selang beberapa hari Mancini mendapat perlakuan yang tak menyenangkan dari pemainnya. Sebelumnya--saat Inter lawan Liverpool--, Luis Figo juga menunjukkan kekesalannya terhadap keputusan pelatih yang mencadangkannya.
Waktu itu, Figo menolak bermain ketika Mancini menyuruhnya masuk sebagai pemain pengganti. Namun, dalam kesempatan ini juga Figo membantah hal tersebut.
"Saya tak pernah memiliki masalah dengan Mancini. Saya di sini untuk menang dan itu adalah hal yang paling penting. Yang pasti, tak ada seorang pun yang senang jika kalah," ungkap Fiigo.
"Jika orang ingin mencari korban karena kami gagal di Liga Champions, maka itu bukan saya. Tak benar jika saya menolak untuk bermain saat lawan Liverpool. Selama karierku, saya tak pernah menolak untuk bermain, bahkan jika hanya lima menit," pungkas mantan pemain Real Madrid itu. (CH4/LOU)

