


ROMA, SENIN - Pelatih Inter Milan, Roberto Mancini marah, karena dianggap sering diuntungkan wasit. Dia juga membantah bahwa Inter berperilaku seperti Juventus sebelum kasus calciopoli yang selalu dimanja penadil lapangan.
"Kami tak punya kekuatan dan kekuasaan untuk mengatur wasit. Lagi pula, tak ada filosofi seperti itu dalam diri kami. Inter lebih suka memenangkan pertandingan dengan cara yang fair," kata Mancini.
Kontroversi langsung mengikuti kemenangan Inter atas Empoli di pekan ke-21. Hadiah penalti yang diberikan kepada Inter sangat bisa diperdebatkan.
Sebelumnya, kontroversi yang sama juga menyertai kemenangan I Nerazzurri pada partai pekan ke-19 lawan Parma. Saat itu, Inter sebenarnya kesulitan dan sempat ketinggalan 1-2.
Namun, Inter mendapat hadiah penalti pada menit ke-88 hingga imbang 2-2. Bahkan, wasit dinilai memberi tambahan waktu terlalu banyak, hingga akhirnya Inter menang 3-2 setelah Ibrahimovic mentak gol pada menit ke-93.
"Penalti yang kami terima sah. Justru saya mempertanyakan penalti yang diberikan kepada Empoli," kata Mancini.
Pekan lalu, Mancini menolak temu pers sebagai protes atas tuduhan media terhadap dukungan wasit kepada Inter.
Sementara itu, pihak Empoli merasa timnya sangat dirugikan oleh kepemimpinan wasit. Bahkan, Empoli menuduh ada upaya sistematis untuk menindas klub kecil. Sehingga, dalam permainan, klub kecil sering dirugikan.
"Ini sebuah tekanan. Karena saya melatih klub kecil, maka tak ada yang mendengarkan kata-kata saya. Saya kira, memang ada gerakan sistematis yang lebih menguntungkan klub-klub besar," kata pelatih Empoli, Alberto Malesani mengomentari pertandingan lawan Inter. (CH4)

